Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia
sumber gambar dari google
Penggunaan bahasa Indonesia yang salah dapat menyebabkan kesalahan dalam berkomunikasi dan berpikir. Contoh kesalahan penggunaan bahasa Indonesia adalah pada penggunaan kata "juwal" yang seharusnya yang banar itu adalah kata "jual" dan juga pada kata " materiyal" yang benarnya ialah" material".
Gambar : 2
Penggunaan bahasa Indonesia yang tidak tepat dapat menyebabkan kesalahan dalam berkomunikasi dan mengganggu keterbacaan. Salah satu contoh penggunaan bahasa yang tidak tepat adalah pada kalimat "di larang buwang sampah di sini". Kesalahan tersebut terletak pada penggunaan kata “buwang” yang seharusnya yang benar digantikan dengan kata “buang”. Serta Penggunaan kata depan di- jika mengalami proses morfologis kemudian diikuti oleh kata selain dari keterangan tempat atau lokasi maka penulisannya disatukan bukan di pisah yaitu kata " dibuang" jadi tidak memisahkan kata "di"dan "jual" pada saat penulisan tersebut.
Gambar : 3
Penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai konteks seringkali menimbulkan kesalahan. Termasuk pada gambar di atas, menimbulkan kesalahan pada kata "kost" yang bahasanya berasal dari Belanda yaitu in the kost. Kemudian diserap oleh bahasa indonesia menjadi in de kos atau kos sesuai dengan KBBI, yaitu tempat penyewaan kamar. Selanjutnya pada kesalahan kata "fasilias" yang tulisan yang benar ialah "fasilitas".
Gambar : 4
Gambar : 5
Kesalahan penggunaan kata depan “di” memang sering mengalami kekeliruan. Kata depan “di” yang menyatakan tempat seharusnya ditulis terpisah, sedangkan awalan “di” yang bukan merupakan keterangan tempat seharusnya ditulis serangkai atau disatukan. Seperti kata “di larang” dan “di sewakan” juga seharusnya ditulis serangkai menjadi “dilarang” dan “disewakan” karena “di” di sana berfungsi sebagai awalan.
Gambar : 6
Gambar : 7
Bahasa Indonesia, sebagai bahasa resmi negara, memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, masih banyak kesalahan yang terjadi dalam penggunaan bahasa ini, terutama dalam kata-kata yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Pada gambar ke enam di atas bisa kita lihat kesalahan penulisan yang tidak sesuai, mungkin kita berasumsi bahwa kata “di kontrakan” menginformasikan seseorang sedang berada di rumah kontraknya. Padahal yang dimaksud, ada sebuah rumah yang akan disewakan oleh pemiliknya. Nah terdapat dua kesalahan dalam penulisan kata yang singkat ini. Pertama, tertukarnya fungsi di- sebagai imbuhan dengan di yang merupakan kata depan. Selanjutnya yang kedua, pemberian afiks -kan yang tertukar dengan afiks -an. Jadi penulisan yang benar adalah dikontakkan.Begitu juga pada gambar ke tujuh yang benar itu dikontrakkan, mempunyai makna bertujuan menawarkan atau mempromosikan tempat untuk digunakan atau ditempati.
Gambar: 8
Gambar : 9
Kata praktek pada gambar di atas merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, yaitu berasal dari kata practice.Seharusnya kata-kata asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia ditulis sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia karena berdasarkan kaidah ejaan, penulisan dan pengucapan unsur unsur asing disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Tetapi kata praktek di atas adalah kata yang tidak baku menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI). Ejaan yang benar adalah "praktik" yang memiliki arti sebagai pelaksanaan secara nyata apa yang di sebut dalam teori, pelaksanaan pekerjaan. Dari kata praktik, diturunkan kata praktikan (orang yang sedang melakukan praktik) dan praktikum (kegiatan yang berkaitan dengan praktik atau percobaan).


.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar